Kesemek (Diospyros)

Asal Usul

Pernah punya pengalaman makan buah ini ? Mungkin bagi sebagian di atas generasi milenial pernah mencoba buah dengan rasa sepat tapi manis ini.

Adalah Kesemek, Buah ini punya banyak nama dan sebutan, Bentuknya bulat seperti tomat ada juga yang menyebutnya Apel Jawa. Saat berlangsung musim berbunga kulitnya berwarna hijau dan memasuki musim panen buah ini berubah dengan warna sangat menarik orange kemerahan.

Sebagian masyarakat Jawa meberi nama Buah Genit, Mengapa? Pada saat buah kesemek dijual di pasar biasanya permukaannya akan tampak putih seperti dipoles bedak. Usut punya usut taburan warna putih ini adalah efek dari proses pengapuran yang dilakukan agar buah tidak mudah busuk.

Rasa sepat pada kesemek disebabkan kandungan tanin yang cukup tinggi. Namun kadar tanin akan terus menurun mengikuti proses pematangan. Jika telah matang rasa manisnya punya cita rasa yang tinggi.

Baiklah, Sebenarnya dariman buah ini berasal ya? Kesemek berasal dari Tiongkok lalu menyebar ke Jepang pada zaman purba dan sudah dibudidayakan. Baru pada abd 18 buah ini mulai menyebar ke Eropa dan Amerika.

Buah yang unik dan istimewa ini dikenal pula dengan sebutan buah kaki. Buah ini dihasilkan dari tanaman Diospyros kaki, dalam bahasa Inggris disebut oriental persimmon atau japanese persimmon.

Bagi negara Jepang dan Tiongkok buah ini memiliki tradisi dan peran penting. Tak heran nilai ekonominya tinggi dan menjadi komoditas ekspor bagi kedua negara ini.

The Japan Times menyebut bahwa buah kesemek sudah dibudidayakan oleh Pemerintah Prefektur Gifu lebih dari 10 tahun.

Kesemek tersebut pertama kali dijual pada lelang tahun lalu dengan harga fantastis sepasang 324.000 yen atau setara Rp 39 juta rupiah.

Saat ini komersialisasi buah kesemek telah menembus penetrasi pasar ke Selandia Baru, Australia dan Israel, bahkan Israel telah mulai mengekspor buah yang dinamai sebagai Sharon fruit ini.

Sedangkan Di Indonesia, Malaysia dan Thailand, produksi dan budidaya kesemek umumnya hanya cukup untuk konsumsi lokal.

Sebelumnya, Pada tahun 1980 hingga tahun 2000 an Indonesia pernah mengekspor buah kesemek, wilayah Batu Malang dan Brastagi Sumatera Utara adalah dua daerah pengekspor buah ini ke Singapura dan Selandia baru namun ekspor terpaksa terhenti  karena kalah bersaing dengan kualitas kesemek dari negara lain.

Tempat-tempat lain di Indonesia yang menghasilkan kesemek di antaranya adalah Jawa Barat dan Jawa Timur, di mana buah ini ditanam pada daerah-daerah tinggi di pegunungan.

Habitat Tumbuh

Kesemek merupakan tanaman subtropis, tumbuh baik di daerah yang memiliki musim dingin moderat hingga musim panas relatif ringan. Kesemek akan menggugurkan daunnya pada musim dingin ketika suhu mencapai -3°C. Dalam keadaan dorman tanaman ini masih bisa tahan menghadapi suhu hingga -17ºC.14

Meskipun termasuk dalam tanaman subtropis, kesemek bisa tumbuh dan menghasilkan di iklim tropis. Di daerah tropis kesemek ditanam pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Karkakter sifat-sifat agroklimatnya menyerupai kondisi subtropis. Tanaman kesemek masih bisa tumbuh di dataran lebih rendah tapi tidak bisa menghasilkan buah.

Tanaman kesemek toleran terhadap berbagai tipe tanah. Tipe tanah yang paling disukainya yang solid dan dalam tetapi tidak terlalu berat.

Sedangkan, Perakarannya membutuhkan drainase yang baik. Tingkat keasaman tanah untuk tanaman kesemek ada pada kisaran pH 5,5-7,5.

Budidaya dan Persiapan Lahan

Pembudidayaan kesemek berhasil baik di dataran tinggi di atas 1000 m dpl. Lahan yang ternaungi dengan baik penting sekali untuk menghindari kerusakan daun muda yang masih lemah dari embusan angin, dan menghindari terjadinya lecet-lecet pada buah.

Pohon kesemek toleran terhadap berbagai tipe tanah, tetapi lebih mudah mempertahankan hasil produksi yang tinggi jika ditumbuhkan pada tanah dalam tetapi tidak terlalu berat, dan yang baik drainasenya.

Sedangkan, Keasaman yang dianjurkan adalah pH antara 5,5-6,5.

Pohon kesemek berukuran kecil sampai sedang, 15 m atau kurang, dioesis (dioecious, berumah dua) dan kadang-kadang monoesis, berbatang pendek dan bengkok-bengkok, banyak cabang, serta menggugurkan daun.

Daun dalam dua deret, tersusun berseling, bertangkai pendek lk. 3 cm, bundar, bundar telur sampai jorong, 2,5-15 × 5-25 cm, hijau kuning berkilap.

Pada umumnya kesemek di Indonesia kebanyakan dibudidaya melalui pemisahan tunas akar yang berumur beberapa tahun. Tanaman yang berasal dari benih cenderung bercabang kurus-kurus clan lemah.

Di daerah tropik, pertumbuhan kesemek cenderung lebih subur, dan umumnya diperlukan jarak tanam yang lebih jarang. Namun untuk subtropik, kesemek biasanya dilakukan dengan sambungan mata tunas dewasa di atas batang bawah yang berasal dari benih. Setek sangat sulit berakar.

Jarak tanam bergantung kepada kesuburan pohon dari- berbagai kultivar; dianjurkan variasi antara 6 m x 4,5 m (setara dengan 370 pohon/ha) dan 5 m x 2,5 m (setara dengan 800 pohon/ha).

Pohon kesemek sebaiknya ditanam langsung di tanah, bukan menggunakan pot atau pun polybag. Mulailah penanaman dengan menyiapkan lubang tanam terlebih dahulu yang memiliki ukuran 50 x 50 x 50 cm.

Masukkan pupuk kandang ke dalam lubang ini hingga memenuhi 2/3 dari total volumenya kemudian diamkan lubang tanam ini selama 2-3 minggu agar kondisinya normal kembali.

Selanjutnya, bagiamana merawatnya? Pemeliharaan tanaman meliputi pembersihan lahan dari gulma yang tumbuh di sekitar pohon kesemek.

Lakukan pemupukan susulan setiap 2-3 bulan sekali dengan memanfaatkan pupuk kandang. Kerjakan juga pengendalian terhadap hama dan penyakit sesuai gejala yang muncul.

Disarankan untuk melakukan pemangkasan tanaman secara berkala untuk merangsang pertumbuhannya, termasuk membentuk bakal buah.

Buah kesemek yang telah matang cukup mudah dikenali. Beberapa ciri-ciri yang muncul di antaranya warna kulitnya berubah dari hijau pucat menjadi kuning jingga atau kuning kemerahan, diameternya membesar hingga 5-8 cm, dan memiliki aroma yang kuat.

Cara pemanenannya yaitu dengan cara egrek yakni memotong tangkai buahnya memakai pisau yang dipasang pada bambu.

Manfaat Buah Kesemek

Menurunkan kolesterol darah

Buah kesemek memilki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol darah. Mengkonsumsi kesemek diketahui dapat menurunkan kandungan LDL (kolesterol jahat) yang ada pada darah.

Menjaga kesehatan mata

Kesemek kaya dengan vitamin A yang berperan penting bagi kesehatan mata. Selain itu terdapat juga zeaxanthin, lutein dan lycopene yang sama-sama berfungi bagi kesehatan mata. Zat-zat tersebut diketahui membantu mencegah kebutaan akibat katarak dan penyakit mata lainnya.

Agen antivirus

Penelitian pada hewan percobaan menunjukan kandungan tanin yang terdapat dalam kesemek berfungsi sebagai antivirus. Tanin mengurangi kemampuan virus untuk menginfeksi sel-sel sehat. Khasiat ini bagi manusia masih perlu penelitian lanjut, namun diduga kuat buah kesemek mempunyai kemampuan sebagai agen antivirus.

Potensi & Peluang Pasar Kesemek

Di Indonesia budidaya buah Kesemek masih kurang populer bahkan kurang dibidik oleh para petani buah belum lagi sulit menyentuh penetrasi pasar buah-buahan padahal pangsa pasar buah ini sangat menjanjikan.

Dari sekian banyak pembudidaya buah-buahan, Adalah Umar, salah satu pembudidaya asal Purworejo, Jawa Tengah mengaku telah membudidaya tanaman buah ini sejak enam tahun lalu.

Di atas lahan 300 meter dekat rumahnya di Purworejo. Dibantu empat karyawannya kini Umar telah memiliki 2.000 bibit kesemek yang siap dipasarkan, seperti dikutip kontan.co.id.
Dia mengaku bisa menjual sekitar 200 sampai 500 bibit kesemek per bulan. Permintaan yang datang hampir seluruhnya dari berbagai pulau seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi hingga Jawa.

Umar menjual harga bibit dari mulai harga Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per bibit. “Keuntungannya besar tapi, penjualannya kini tidak sebesar dulu,Ia enggan menyebut berapa keuntungannya, “sahutnya.

Ditempat lain di Majalengka Jawa Barat, Ada Riza Maulana yang mengembangkan tanaman buah ini, Awalnya Riza membeli bibit kesemek asian di daerah Kalimantan dan mulai membudidayakan lebih dari 100 pohon kesemek asia.

Kemudian, Ia mulai menjual satu pohon kesemek asia seharga Rp 38.000. Dalam hitungan kasarnya waktu itu, ia bisa mengantongi uang Rp 3,8 juta dari penjualan 100 bibit kesemek asia.

Memang menggiurkan, Penyebaran penjualan kesemek asia sampai ke daerah Batam, Bali dan Nusa Tenggara Timur.
Riza pun mengaku penjualan kesemek asia bisa mengambil untung atau laba bersih sebesar 30% hingga 40%.

“Namun saat ini stock bibit sudah habis. Sebenarnya berbudidaya Buah Kesemek menjanjikan,namun keterbatasan bibit jadi kendala,”papar Riza.
Riza pun berbagi cara membudidayakan buah ini, okulasi adalah cara bertanam dengan menempelkan sepotong kulit pohon yang bermata dari batang atas pada suatu irisan pada kulit pohon lain dari batang bawah.

Cobalah dengan cara ini, kedua tanaman itu akan tumbuh bersatu menjadi tanaman baru. Menurut Riza, tidak sulit dalam merawat pohon kesemek asia.
“Perawatan sama dengan pohon-pohon lainnya, secara umum saja dapat sinar matahari yang cukup, disiram dan ditambah dengan pemberian pupuk,” kata Riza.

Jika perawatan baik, pohon kesemek asia sudah mulai berbuah setelah umur satu setengah tahun sampai dengan tiga tahun. “Sementara hasil okulasi sudah berbuah pada umur sembilan hingga 14 bulan,” sambungnya.

Bukan hanya buahnya, tingginya permintaan bibit kesemek juga membuka peluang pasar yang lebar tentunya berkah bagi pembudidayanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *