Buah Tin Sang Penghuni Surga

Buah Tin punya julukan indah sebagai buah taman surga dan termasuk salah jenis buah langka. Rasa yang manis dengan tekstur lembut menjadi keistimewaan  buah Tin seperti yang dikisahkan dalam kitab suci umat Islam.

Buah tin adalah buah khas negara Timur Tengah. Maka, tekstur buahnya mirip dengan buah khas Timur Tengah lain, seperti kurma. Karena terbiasa tumbuh di iklim gurun yang kering, maka pohon buah tin pun tahan terhadap panas dan musim kemarau.

Tanaman buah ini masih berkerabat dengan pohon beringin dari genus Ficus. Pohon buah tin dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 10 cm dengan batang lunak berwarna abu, daun agak besar berlekuk ke dalam dengan 3-5 cuping.
Panen tanaman buah tin dapat dilakukan ketika tanaman ini memasuki usia tanam 4-5 bulan setelah tanam. 
Dan jika iklim memasuki musim panas maka buah akan semakin cepat banyak dan cepat tua untuk di panen.

Buah Tin punya karakter unik bentuk buah maupun daunnya. Daun buahnya seperti tangan manusia menyerupai jari-jari dengan 3 atau 5 ruas. Warna daunnya hijau cerah dengan panjang 12 hingga 25 cm dan lebar 10 hingga 18 cm.

Buah sebenarnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan, ukuran panjang buahnya sekitar 3-5 cm. Buah tersebut memiliki warna hijau saat muda dan berwarna ungu apabila telah masak.

Buah tin termasuk salah satu buah yang memiliki banyak kandungan dan kaya akan manfaat. Sebut saja seperti kandungan Coumarin yang dapat mencegah datangnya penyakit kanker Prostat.

Selain itu, buah tin juga ternyata memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi sehingga dapat mencegah penyakit osteoporosis dan menambah tingkat kepadatan tulang.
Budidaya Tabulampot

Tanaman ini dapat berbuah sepanjang tahun dan cukup mudah dibudidayakan bahkan dapat ditanam didalam pot atau terkenal dengan istilah tabulampot tin.

Tabulampot buah tin Jordan adalah yang paling terkenal di Indonesia karena pohon ini sering berbuah. Jika buahnya matang, maka warnanya akan menguning dan rasa buahnya manis.

Apabila akan ditanam pada pot, media tanam sebaiknya berupa tanah yang subur dan gembur dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
Apabila akan menanam pada lahan yang luas, usahakan tempat penanaman tidak terlindung dari sinar matahari. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 50cm x 50cm dengan kedalaman 50-60cm.

Isi lubang dengan menggunakan pupuk kandang dan campur dengan sekam padi (jika ada). Biarkan lubang selama 1-2 minggu sebelum ditanami agar pupuk kandang dapat meresap dengan baik dalam Tanah.

Di Indonesia belakangan buah tin semakin tenar. Banyak petani yang mulai membudidayakannya. Namun masih banyak pula yang bingung cara perawatannya, atau bahkan cara memperbanyak pohonnya.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk menanam buah tin.
1.Pilih buah tin yang sudah tua atau mengering. Belah buahnya serta pisahkan biji dan kulitnya.
2.Jemur biji buah tin hingga kering, kemudian angkat biji yang dijemur kemudian letakkan pada tempat kering yang teduh.
3.Setelah kering, rendam biji buah tin dengan air panas memudahkan mengambil bijinya

Biji yang yang mengambang berarti kualitas bijinya jelek. Rendam selama 30 menit untuk mengetahui biji yang mengapung dan yang tenggelam.
Siapkan tempat untuk menyemai biji-biji buah tin, dapat di semai dengan polybag atau dengan lahan pendederan. 
Isi dengan campuran tanah, sekam atau pupuk kandang dan pasir dengan dengan perbandingan 2:2:1.

Diamkan kawasan semaian sekitar 2 hari sebalum biji buah disemai.
Tebarkan biji buah tin secara merata di tempat penyemaian dan tutup dengan tanah tipis dan merata.

Lakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari untuk menjaga semaian tetap lembab, hindaripenyiraman secara berlebihan agar biji buah tin tidak membusuk, cukup siram dengan system spray.

Biji buah tin akan berkecambah selama kurang lebih 3 minggu dari penebaran semaian. Setelah tunas buah mencapai ketinggian 15cm, bibit dapat dipindahkan ke plastik polybag kecil sebelum ditanam ke lahan tanam permanen.

Cangkok

Pilih pohon tin yang batangnya masih muda dan berkulit hijau, karena yang masih muda dan berkulit hijau akan lebih cepat tumbuh dan akan lebih banyak menghasilkan buah
Persiapkan plastik transparan dan juga cocopeat murni
Kemudian balut batang pohon tin yang akan dicangkok dengan cocopeat yang sudah dibungkus dengan plastik transparan

Panjang cangkokan cukup 10 sampai 15 cm saja, usahakan jangan lebih
Ikat media cangkok pada bagian pangkal dan ujungnya dengan menggunakan tali rafia

Siram media cangkok setiap hari, penyiraman dilakukan melalui celah-celah yang sudah disiapkan sebelumnya
Saat sudah 30 sampai 45 hari cangkok akan mulai memiliki banyak peranakan, itu artinya cangkok sudah siap di potong dan dipindahkan ke media normal

Stek Batang

Potong batang atau cabang tanaman tin yang sudah tua, kulit berwarna kecoklatan atau ungu dengan ukuran 10-15 cm setelah itu Batang yang di stek dipotong miring.

Setelah stek siap, lalu disemai ditempat persemaian yang sudah terdapat media pasir dan kompos didalamnya. Bekas potongan bagian atas pada bahan stek tadi dilapisi lilin untuk mencegah kebusukan. Lakukan penyiraman setiap hari untuk menjaga media tanam tetap lembab.

Umur 45 hari, pohon tin hasil stek sudah memiliki banyak batang. Artinya pohon tin tersebut sudah siap untuk dipindahkan ke lahan baru atau ke pot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *