Buah Pala rempah asli Indonesia Multikhasiat

Kekayaan rempah-rempah di Indonesia sejak dulu menjadi pusat perhatian bangsa-bangsa lain di dunia, terlebih-lebih bangsa eropa.
Begitupun dengan tanaman Hortikultura yang dimiliki Indonesia, salah satunya tanaman buah Pala. Di Indonesia, penghasil utama pala ada pada Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Barat, dan Papua.

Umur tanaman pala pun cukup panjang bahkan bisa mencapai 100 tahun.Tanaman pala secara umum dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian sekitar 0-700 mdpl dengan kebutuhan curah hujan yang cukup tinggi yaitu 2000-3500 mm/tahunnya dan kelembapan udara sekitar 50-80 %.

Tanaman ini dapat tumbuh biasanya hingga ketinggian pohon 5-15 meter atau bahkan dapat mencapai 30 meter.

Beberapa khasiat rempah- rempah buah pala ini diantaranya  ; mengontrol gula darah, kaya akan antioksidan, memelihara kesehatan jantung, mengurangi peradangan sebagai anti inflamasi.

Budidaya
Pada pembibitan tanaman pala biasanya dilakukan pengairan setiap 1-2 kali dalam sehari apabila tidak ada hujan sama sekali disertai penyiangan dari tanaman gulma disekitarnya dan juga perlakuan penggemburan tanah.
Dilakukan pula penambahan pupuk tanaman seperti pupuk kandang, pupuk kompos, ataupun pupuk anorganik seperti urea setiap 3 bulan sekali.

Pemanenan pala dapat dilakukan sebanyak 3 kali dalam satu tahun, yaitu saat awal musim hujan yang memberikan hasil buah pala dengan kualitas paling baik, lalu pertengahan musim hujan dengan biasanya buah pala yang siap panen berjumlah paling banyak diantara periode lainnya, kemudian jumlah pala siap panen menurun dan dapat dipanen pada akhir musim hujan.

Penanaman bibit dilakukan terhadap awal periode hujan yg bertujuan buat mencegah bibit mengalami kekeringan. Bibit tanaman yg berasal dari biji & telah memiliki 3-5 batang cabang, rata rata telah sanggup beradaptasi bersama baik.

Seandainya bibit pala berasal dari cangkokan, sehingga sebelum di tanam daunnya mesti dikurangi apalagi dulu buat memperkecil transpirasi maka bakal menurunkan tingkat kematian bibit. Penanaman bibit yg berasal dari cangkokan, lubang tanam mesti diperdalam. Elemen ini bertujuan buat menguatkan perakaran biar dikala dewasa tak gampang roboh.

Potensi Pasar

Indonesia memasok sekitar 60% dari total kebutuhan pasar pala dunia setiap tahunnya. Jawa Barat merupakan salah satu daerah sentra produksi pala pada tahun 2008 saja tercatat luas areal tanaman pala sekitar 4049 hektar dengan produksi 778 ton dan rata-rata produktivitas tanaman 359 kg/hektar dimana angka tersebut lebih tinggi dibanding produktivitas tanaman pala nasional.

Di dua Kabupaten ini Sukabumi dan Bogor diproduksi secara besar-besaran dan menjadi penghasil pala terbesar di Jawa Barat.

Tak hanya itu, produk olahan di Jawa Barat pula telah banyak industri pengolahan pala yang lebih berkembang pesat dibanding daerah lainnya, diantaranya adalah minyak atsiri dan manisan buah pala.

Negara Mesir mengimpor 17 ton buah pala senilai 105.400 dollar AS atau setara Rp 1,4 miliar dari Indonesia.

Komoditas buah pala sangat menjanjikan. Apa yang kita tanam nantinya akan kita tuai sendiri. Di leuweung geledegan ecolodge buah pala telah dibudidayakan diantara ratusan tanaman buah langka lainnya.
Bagi yang penasaran dan belum mengenal banyak tentang buah pala bisa menyambangi resort tematik ini sambil menikmati kesegaran alam pegunungan hutan gunung salak Bogor Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *